Beranda Kuliner Tradisi Wedangan di Obyek Wisata Spiritual Sendang Siwani

Tradisi Wedangan di Obyek Wisata Spiritual Sendang Siwani

0
BERBAGI

Selogiri,(harianwonogiri.com)- Tradisi wedangan di malam hari sangat lekat pada budaya masyarakat Jawa,tidak terkecuali di Kabupaten Wonogiri. Banyak tempat yang menyajikan menu wedang dan aneka menu pendampingnya. Tidak hanya di Coffee Shop atau di warung angkringan,kita juga bisa menikmatinya di salah satu obyek wisata yang merupakan situs budaya peninggalan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyowo di Sendang Siwani ,Desa Singodutan,Kecamatan Selogiri.

Wedangan di Sendang Siwani sangat  familiar bagi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Wonogiri dan Kecamatan Selogiri tentunya. Menikmati aneka minuman hangat seperti teh,jahe,susu dan kopi ditemani aneka gorengan sangatlah nikmat sambil menikmati pesona obyek wisata spiritual tersebut di malam hari.

Suasana tenang yang jauh dari keramaian membuat para pengunjung betah berlama-lama di tempat tersebut.

 Adalah Kasiman (60)  warga RT 04/RW 07 Dusun Matah,Desa Singodutan,Kecamatan Selogiri pemilik wedangan yang berada di sebelah obyek wisata Sendang Siwani.Pria bersahaja itu selalu melayani pesanan para pembeli dengan dibantu istrinya,dia siap menyuguhkan sebuah minuman hangat sesuai dengan pesanan kita.

Kasiman,Kamis (5/1)  menjelaskan dia mulai membuka usahanya tersebut pada tahun 1992. Dirinya memutuskan pulang kampung setelah merantau dari luar Pulau Jawa. Buka setiap hari mulai pukul 1 siang hingga dini hari,sajian wedang dan aneka gorengan buatannya selalu diburu pelanggannya.

“Menu utama ya aneka wedang, gorengan juga ada mie godog,” ujar Kasiman.

Ketika ditanya mengenai harga,dia mengatakan aneka wedang dan gorengan miliknya sangatlah terjangkau bagi masyarakat.

“Wedang mulai 2000 sampai 4000, gorengan 500 rupiah,” tutur Kasiman.

Ditambahkannya,warung miliknya sangat ramai dikunjungi ketika malam Jumat ,dikarenakan para pengunjung obyek wisata Sendang Siwani sangat banyak pada malam tersebut. Para pengunjung bahkan dari luar kota melakukan ritual di tempat tersebut kemudian menyambangi warung miliknya.

“Kalau malam Jumat para pengunjung sangat ramai mereka bahkan datang dari tempat yang jauh seperti Blora,Pati dan Grobogan,” tandas Kasiman.

Salah satu pengunjung,Edi Priyatmoko (31) warga Lingkungan Salak,Kelurahan Giripurwo,Kecamatan Wonogiri mengatakan menikmati segelas teh jahe ditemani aneka gorengan di sendang siwani pada malam hari adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Dirinya sudah sejak tahun 2001 menyempatkan diri mengunjungi warung milik Kasiman tersebut.

“Wedangannya mantap,harganya murah dan suasannya sangat tenang disini,sangat cocok buat menenangkan diri di malam hari,” tandas Edi. (Redaksi)

 

 

LEAVE A REPLY

3 × 5 =