Beranda News Lokal Pentas Wayangan Polisi Lakukan Pengamanan

Pentas Wayangan Polisi Lakukan Pengamanan

0
BERBAGI

Manyaran,(harianwonogiri.com)-Lain dibanding yang lain, biasanya dalang yang memimpin sebuah cerita rakyat merupakan sosok lelaki, namun kali ini wanita yang menjadi seorang dalang.

Adalah Nyi Wulan Sri Panjang Mas, yang menjadi dalang pada dalam rangka hiburan masyarakat, bertempat di Ngruwuh Kulon, Kelurahan Punduhsari, Kecamatan Manyaran. Mengangkat cerita Wahyu Kamulyan.

Kapolsek Manyaran, Iptu Abu Bakar Sidiq mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede menyampaikan sebagai kepolisian sektor Manyaran, pihaknya berhak mengamankan saat ada warga yang sedang memiliki hajat.

Ditambahkan pula, sebelum pagelaran wayang kulit dimulai Kegiatan Himbauan Kamtibmas selalu disampaikan oleh Petugas agar selalu menjaga Kamtibmas demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama.

“Kami harapkan kegiatan Wayang Kulit dapat berjalan dengan lancar, semoga tidak ada kejadian Kriminal dan kami meminta kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat guna menjaga Kamtibmas pada jalanya Pagelaran,” katanya, Kamis (11/01/2018).

Selanjutnya Judul cerita wayang tersebut adalah Wahyu Kamulyan, yang menceritrakan Lakon : tentang hilangnya jamus kalimasada yang diambil dewi durga dan disalahgunakan oleh Kurawa. Sang hyang wenang yang ingin menyelesaikan masalah yang ada di negara amarta, masuk ke tubuh petruk yang hanya rakyat biasa. Namun bisa menjadi resi/pandita bernama resi dawala.

Bathara guru yang tdk terima akan sikap dan perilaku resi dawala, karena dianggap seolah-olah ingin mengambil kedudukannya sebagai dewa dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada seperti (menyembuhkan orang sakit dll), melabrak resi dawala meminta pertanggungjawaban.

Dalam pertemuannya dengan resi dawala terjadi wejangan dr resi dawala. Bathara guru yang merasa tidak terima akhirnya pergi minta tolong pandawa untuk mengusir resi dawala. Tapi kresna menghentikan janaka dan mengajak bathara guru beserta pandawa untuk membuktikan perkataan bathara guru benar tidaknya.

Mereka pun menghampiri resi dawala, setelah tau ada cahaya di dalam diri resi dawala yang merupakan cahaya sang hyang wenang, semua tunduk dan menyembah. Akhirnya sang hyang wenang menjelaskan pokok permasalahan dan memberikan wahyu kamulyan untuk seluruh wilayah amarta. Sehingga amarta kembali tentram dan damai. (TBN)

LEAVE A REPLY

4 × one =