Beranda News Lokal Kunjungan Kapolres di Jatipurno Berikan Tali Asih Bagi Korban Kekerasan Seksual

Kunjungan Kapolres di Jatipurno Berikan Tali Asih Bagi Korban Kekerasan Seksual

0
BERBAGI

Jatipurno,(harianwonogiri.com)- Persoalan kejahatan bukanlah merupakan persoalan yang sederhana terutama dalam masyarakat yang sedang mengalami perkembangan seperti Indonesia ini. Dengan adanya perkembangan itu dapat dipastikan terjadi perubahan tata nilai, dimana perubahan tata nilai yang bersifat positif berakibat pada kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera, sedang perubahan tata nilai bersifat negatif menjurus ke arah runtuhnya nilai-nilai budaya yang sudah ada.

Seperti pekan yang lalu, di kecamatan Jatipurno tepatnya di Lingkungan Seper 05/04 Kelurahan Balepanjang telah terjadi persetubuhan anak di bawah umur dan korban sendiri baru berusia 13 tahun yang di lakukan seorang kakek –kakek tetangganya.Melihat kejadian itu Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede tidak tinggal diam bersama Kasat Reskrim AKP Muhammad  Kariri . Kanit PPA Ipda Endang Murdiyanti, Kasi Propan Iptu Soepardi , serta di dampingi Forkompincam Jatiipurno baik itu Camat Jatipurno Herdian, Kapolsek Jatipurno Iptu Edi Hanranto, Danramil Jatipurno dalam hal ini di wakili Sertu Maryono membezuk dan memberikan tali asih pada korban dan keluarganya. Senin , (12/2/2018).

Camat Herdian kepada Humas Polsek Jatipurno menuturkan pihaknya atas nama pemerintahan Kecamatan Jatipurno merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa warga kami beberapa hari yang lalu.

“Upaya pencegahan  dengan menggandeng Kepolisian dan Koramil serta satgas PPA yang ada di masing-masing desa / kelurahan telah kami lakukan baik dengan penyuluhan di sekolah mulai dari usia dini sampai ke tingkat SMU ,bahkan dalam pertemuan di tingkat desa sampai dengan Rukun Tangga juga sudah  dengan memberdayakan Bhabinkamtibmas, petugas Polmas, Babinsa,” tuturmya.

Di tempat yang sama AKBP Robertho Pardede mengatakan dimanapun daerah sebuah kejahatan seksual bisa terjadi, dan yang perlu kita waspadai bersama adalah dengan siapa anak kita bermain dalam kesehariannya.

“Peran orang tua sangatlah dominan dalam melindungi anak anak tercintanya, untuk itu kami berharap kepada orang agar bisa meluangkan sedikit waktunya untuk bercanda dengan anak-anaknya dan di saat  itulah orang tua bisa menanyakan aktifitas anaknya dalam keseharian,” katanya.

Kapolres menjelaskan sikap memarahi anak habis-habisan, apalagi tindakan kekerasan (pemukulan danpenyiksaan fisik) tidaklah arif, karena hal itu hanya akan menyebabkan anak merasa tidak diperhatikan, tidak disayangi. Akhirnya anak merasa trauma, bahkan putus asa.

Banyak akibat yang ditimbulkan oleh kekerasan seksual mulai rasa takut dan malu korban akibat intimidasi dan budaya masyarakat menyebabkan tidak terdeteksinya penyakit dan kehamilan sehingga kadang ditemukan dalam keadaan lanjut.

“Problem kesehatan mental yang dihadapi oleh remaja putri yang mengalami pelecehan dan kekerasan seksual bisa berupa depresi atau kecemasan yang berlangsung lama, atau sindrom stress pasca trauma, ” pungkas Kapolres. (red)

 

LEAVE A REPLY

seventeen − seven =