Beranda News Lokal Sinau Bareng Cak Nun Dan Kyai Kanjeng

Sinau Bareng Cak Nun Dan Kyai Kanjeng

0
BERBAGI

Kota,(HW)-Bertempat di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri telah dilaksanakan kegiatan Doa Syukur Antar Umat Beragama Serta Pengajian Akbar Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng dengan tema “Sinau Bareng Cak Nun dan Kiayi Kanjeng” yang dihadiri oleh kurang lebih 2000 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa.SH, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M.Heri Amrrulloh, S.Sos,M.H., Wakapolres Wonogiri Kompol A. Aidil Fitri Syah SE.MM, Sekda Kabupaten Wonogiri Drs Suharno, Ustad Emha Ainun Nadjib/Cak Nun, KH. Abdul Aziz Mahfud Pengasuh Ponpes Manba’ul Hikmah/Ketua MUI Kabupaten Wonogiri, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama wonogiri Sutopo Broto.

Laporan Sekda Kabupaten Wonogiri Drs. Suharno menyampaikan pihaknya berharap agar terselenggara kegiatan tersebut dapat menciptakan kerukunan antar umat beragama dan tentunya mempertebal kesadaran kita tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih atas kunjungan masyarakat tentunya masih banyak terdapat kekurangan dalam terselenggaranya acara ini atas nama Pemerintah Daerah Wonogiri kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.

“Tujuan terselenggaranya acara ini adalah untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Wonogiri dan terlaksananya keharmonisan antar umat beragama. Selanjutnya kami persilahkan kepada Cak Nun untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat wonogiri, agar dapat terbuka pintu berkah dan mempertebal keimanannya,” katanya.

Dalam Tausyiahnya Ustad Emha Ainun Nadjib / Cak Nun menyampaikan bahwa di Indonesia yang mayoritas agama muslim. Kita mengkritik boleh antar umat beragama tapi kita tidak mempunyai hak untuk memaksa agama orang lain karena agama adalah hak asasi manusia. Kita yakin adalah keyakinan cinta kita kepada Allah, tapi jangan pernah memaksakan kehendak orang makanya kita harus memahami tentang hak dan kewajiban.

Selama ini kita berfikir kurang pas itu terjadi waktu terjadi demo 212 saat itu Pemerintah menyampaikan bahwa ini bukan Negara Islam, menurut saya Indonesia itu adalah negara yang memiliki keanekaragaman agama, tanpa ada keanekaragaman agama tidak ada Indonesia. Mari kita menolong kepada umat manusia secara ikhlas tanpa memandang agama dan keyakinan dengan prinsip membela yang lemah, niscaya Allah SWT akan memberikan rahmatnya, Amin.

Umat beragam yang ada di Indonesia selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia, karena sumbangsih antar umat beragama sangat besar untuk terciptanya Indonesia Raya. Bersyukur karena Wonogiri yang seperti ini dan bersyukur kepada dirimu dan nikmatilah dengan karunia Allah SWT yang telah di berikan oleh masyarakat Kabupaten Wonogiri.

Wonogiri harus kita jaga selalu, tentunya kita harus memahami aransemen dan tata kelola dalam Pemerintahan serta supstansi yang ada di Kabupaten Wonogiri. Di dunia kenyataan mulai abad ke-14 sudah terjadi penjajahan, akan tetapi penjajah sekarang tetap ada bahkan melalui banyak media baik agama, pendidikan dan lain-lain.

Saat ini penjajahan asing terdapat empat formula antara lain Memastikan pecahnya Unisoviet, kemudian Balkanisasi yang menjadi Negara Yugoslavia dan Negara kecil lainnya, Arab spring yaitu penguasaan Negara Arab. Negara Syiria ini di luar rencana setelah Syiria targetnya Indonesia dengan berbagai cara.

Indonesia tidak akan di serang secara langsung karena militansi rakyatnya, akan tetapi mereka mempengaruhi pemerintah dan Presiden kita agar Peraturan Undangan-Undang dapat dirubah agar mereka mudah masuk ke Indonesia, saya menyampaikan hal ini agar Pemerintah Daerah Wonogiri dapat lebih dekat dengan masyarakat karena Indonesia yang terpenting adalah kekuatan Pemerintahan setingkat Kabupaten ke bawah. Saat ini rakyat yang paling menderita di dunia adalah Syiria karena banyak yang meninggal sia-sia, saya berdo’a semoga Indonesia tidak terjadi hal tersebut.

Kekuatan Indonesia terletak pada pantang mundur rakyatnya karena semangat juang rakyatnya yang gigih memperjuangkan kemerdekaan tanah airnya. Rumus orang hidup adalah jangan pernah menjadi orang yang sombong dan bangga akan kelebihan kita dan tentunya jangan pernah meremehkan kemampuan orang. Karena Allah SWT tidak pernah menilai dirimu dari kepandaianmu kekayaanmu tapi Allah SWT akan menilai kamu akan keihklasan dirimu dalam beribadah. Saya berharap di desa-desa dapat menghidupkan lagi langgar karena dari langgar sebagai pusat mendidik anak-anak dalam membina keimanan dan ketaqwaan serta aqlak mereka.

Kemudian KH. Abdul Aziz Mahfud Pengasuh Ponpes Manba’ul Hikmah/Ketua MUI kabupaten Wonogiri dalam ceramahnya menyampaikan, Islam mengajarkan kita untuk rukun dan damai bukan karna tuntutan hidup, akan tetapi karena Islam menganjurkan kita untuk damai rukun agar kehidupan kita sejahtera. Kehidupan yang sejahtera harus kita bina. Jauh-jauh Cak Nun memberikan tausiah kepada kita agar kita dapat memaknai arti sejahtera dan memberi pemahaman akan kesejahteraan tersebut. Saya teringat cerita jika ada berkumpul orang banyak pasti akan ada wali Allah semoga diantara kita akan menjadi wali Allah dan doanya akan terkabul dan intinya kita mencari kedamaian antar umat beragama di kabupaten Wonogiri semoga dapat terjaga. (red)

LEAVE A REPLY

19 − nine =