Beranda News Lokal Forkompinda Hadiri Buka Bersama dan Sosialisasi Al Multazam

Forkompinda Hadiri Buka Bersama dan Sosialisasi Al Multazam

0
BERBAGI

Kota,(HW)-Bertempat di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri telah dilaksanakan kegiatan buka bersama, silaturahmi dan sosialisasi dari PT At Tayibah-Al Multazam, Sabtu (9/6).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Bupati Wonogiri Edi Sutopo, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M Heri Amrulloh yang sedang melaksanakan dinas diwakili Kapten Inf Joko Susilo, Kasat Binmas Polres AKP Suwono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Sutopo, CEO PT At Tayibah-Al Multazam Group Rizky Sembada, ME, Danramil jajaran Kodim 0728/Wonogiri, Kapolsek jajaran Polres Wonogiri, Ustadz Hartono AI, segenap tamu undangan.

Wakil Bupati Edi Santoso dalam sambutannya menyampaikan semoga kegiatan ini menjadi bagian dari peningkatan pemahaman kita tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umroh khususnya bagi para calon jamaah dari Kabupaten Wonogiri. Dewasa ini kita bersama sering terpapar informasi mengenai kejadian yang menimpa para calon jamaah khususnya umroh yang gagal berangkat ke tanah suci karena berbagai hal.

“Tentu kondisi ini memantik kesadaran para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi sistem yang mengatur tentang perjalanan haji dan umrah sebagaimana tertuang dalam peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2018 tentang penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh tema ini merupakan revisi dari PMA no 18 tahun 2015 yang dinilai sudah kurang memadai untuk melakukan pengawasan PPIU saat ini,” ujarnya.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini masyarakat akan semakin paham dengan hak-haknya dalam pelaksanaan ibadah di tanah suci semakin meningkatkan iman dan taqwa nya yang diharapkan akan berkontribusi positif dalam membangun masyarakat yang maju madani dan sejahtera sebagaimana dambaan kita bersama,” katanya.

Risky Sembada CEO PT At Tayibah -Al Multazam Group, menyampaikan bahwa arti dari At Tayibah Al Multazam adalah tempat yang baik dimana disitu tempat mustajabnya doa yang bertempat dika’bah diantara hajar aswad dan pintu ka’bah. Fenomena yang banyak terjadi saat ini adalah masih banyak calon jamaah haji dan umroh yang tertipu, maka kami para asosiasi travel haji dan umroh yang dinaungi oleh pemerintah dalam hal ini adalah Kementrian Agama yang sekarang masuk dalam satu sistim yang disebut SIPATUH (Sistim Pelaporan Administrasi Secara Utuh).

“Sekarang ini untuk mendaftar umroh hampir mirip dengan mendaftar haji. Maka pemerintah dalam mengamankan masyarakat muslim yang pada umumnya dan khususnya yang ingin beribadah haji dan umroh melalui satu keputusan yang dituangkan dalam PMA No 8 tahun 2018 yang salah satu isinya adalah yang sudah menjadi prinsipnya Kemenag yaitu tentang 5 Pasti yang masuk dalam satu rangkuman yang disebut dengan ‘Perijinan”,” jelasnya.

Walaupun di Kabupaten Wonogiri banyak travel haji dan umroh, namun bapak ibu harus datang ke Kemenag untuk mengetahui travel mana saja yang ada ijinnya, ini yang sering kali kita tidak detail, seringkali tidak mau perduli bahkan cuek yang menjadikan peluang-peluang penipuan.

Dia menambahkan maka PMA No 8 jadi patokan yaitu yang pertama adalah Perijinan. Cek ke Kemenag travel apa saja yang sudah mendapatkan ijin. Kami sudah 2 tahun yang lalu sudah membuka di Kabupaten Wonogiri, kami satu-satunya yang berijin di Wonogiri dan alhamdulillah alumni jama’ah kita sudah banyak dan insyaAllah ditahun 2019 ijin haji kita keluar.

“Yang selanjutnya adalah pengawasan dan sekarang Kemenag juga bekerjasama dengan Polri untuk melakukan pengawasan, bahkan apabila terdapat spanduk-spanduk travel yang tidak berijin dia berani menjual maka bisa dikenakan sanksi pidana penipuan. Kemudian akreditasi, sejak PMA No 8 dikeluarkan tidak ada lagi perpanjangan perijinan akan tapi akreditasi dan apabila tidak masuk dalam akreditasi travel tersebut bisa digulung,” tutupnya. (red)

LEAVE A REPLY

two × three =