Beranda News Nasional Panwas Kota Semarang Identifikasi 588 TPS Rawan

Panwas Kota Semarang Identifikasi 588 TPS Rawan

0
BERBAGI

Semarang,(HW) – Rabu (27/6), Provinsi Jawa Tengah termasuk salah satu dari 171 daerah yang menggelar Pilkada serentak 2018. Kota Semarang, sebagai bagian dari daerah di Provinsi Jawa Tengah, ada sebanyak 2.810 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 177 Kelurahan dengan 16 Kecamatan.

Dari Jumlah TPS tersebut, Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kota Semarang beserta seluruh jajarannya melakukan identifikasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berpotensi terjadi kerawanan.

Indikator kerawan tersebut terbagi menjadi 15 kelompok, pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT, terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi tedaftar dalam DPT, Adanya pemilih disabilitas, terdapat jumlah pemilih DPTb (tambahan) di atas 20 Pemilih di dalam 1 TPS, terdapat TPS di tempat khusus (seperti RS, daeraheksodus, pegunungan, lautan, bencana, hutan, perbatasan, daerah yang tidakterjangkau, hunian vertical (rumahsusun) , konflik wilayah administras), terdapat aktor politik uang (Bohir, Cukong), terdapat praktek pemberian uang atau barang pada masa kampanye, terdapat relawan bayaran pasangan calon, petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu, C6 tidak didistribusikan kepada pemilih, TPS berada didekat posko/rumah tim sukses pasangan calon, Ketua dan seluruh anggota KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis, ketersediaan Logistik belum ada, terdapat praktik mempengaruhi pemilih untuk memilih atau untuk tidak memilih calon tertentu berdasarkan RAS (ras, agama, dan suku) serta golongan, terdapat praktik menghina/menghasut di antara pemilih terkait isu RAS dan golongan.

Untuk kerawanan terdapat pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT, Panwas setidaknya menemukan di 36 TPS, yang meliputi Kecamatan Candisari sebanyak 5 TPS, Genuk 6 TPS, Gunungpati 4 TPS, Mijen 3 TPS, Semarang Barat 2 TPS, Semarang Tengah 1 TPS, Semarang Timur 2 TPS, Semarang Utara 4 TPS, dan Tembalang 3 TPS.

Sedangkan kerawanan terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi tedaftar dalam DPT, ada 137 TPS yang berada di di Kecamatan Candisari 46 TPS, Gajahmungkur 1 TPS, Genuk 7 TPS, Mijen 31 TPS, Semarang Barat 1 TPS, Semarang Tengah 2 TPS, Semarang Timur 33 TPS, Tembalang 3 TPS, Tugu 6 TPS. Untuk kerawanan TPS yang ada pemilih disabilitas, berada di Kecamatan Candisari 32 TPS, Gajahmungkur 2 TPS, Gayamsari 9 TPS, Genuk 72 TPS, Gunungpati 25 TPS, Mijen 5 TPS, Ngaliyan 3 TPS, Pedurungan 2 TPS, Semarang Barat 11 TPS, Semarang Timur 40 TPS, Semarang Utara 19 TPS, Tembalang 34 TPS, serta Tugu 9 TPS, dengan jumlah keseluruhan 263 TPS.

Selain itu, Panwas juga menemukan indikator kerawanan terdapat jumlah pemilih DPTb (tambahan) di atas 20 Pemilih di dalam 1 TPS, ada 8 TPS yakni di Kecamatan Banyumanik 1 TPS, Genuk 3 TPS, Semarang Utara 1 TPS, dan Tugu 3 TPS. Adapun untuk kerawanan TPS di tempat khusus, ada di Kecamatan Banyumanik 2 TPS, Candisari 2 TPS, Gayamsari 3 TPS, Genuk 3 TPS, Ngaliyan 5 TPS, Semarang Barat 6 TPS, Semarang Selatan 1 TPS, Semarang Tengah 1 TPS, Semarang Timur 9 TPS, Semarang Utara 5 TPS, Tembalang 3 TPS dengan jumlah keseluruhan 40 TPS. Sedangkan TPS rawan karena terdapat aktor politik uang (Bohir, Cukong), ada 7 TPS di Kecamatan Semarang Timur.

Berikutnya, TPS rawan karena ada praktek pemberian uang atau barang pada masa kampanye, hanya ada 1 TPS di Kecamatan Gajahmungkur. Untuk TPS rawan karena terdapat relawan bayaran pasangan calon, ada di Kecamatan Genuk 11 TPS, Kecamatan Semarang Tengah 16 TPS, Kecamatan Semarang Timur 3 TPS, dan KecamatanTembalang 1 TPS. Sedangkan petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu, Panwas belum ada temuan di 16 kecamatan se-Kota Semarang.

Pada sisi lain, Panwas tidak menemukan TPS indikator rawan C6 belum didistribusikan kepada pemilih hingga H-2 semua C6 sudah terdistribusi. Sedangkan TPS rawan karena indikator TPS berada di dekat posko/rumah tim sukses pasangan calon, meliputi di Kecamatan Banyumanik 3 TPS, Kecamatan Gayamsari 2 TPS, Kecamatan Mijen 5 TPS, Kecamatan Pedurungan 3 TPS, Kecamatan Semarang Tengah 9 TPS, Kecamatan Semarang Timur 1 TPS, Kecamatan Semarang Utara 6 TPS, Kecamatan Tembalang 11 TPS, dan Kecamatan Tugu 1 TPS.

Tak hanya itu, Panwas juga menemukan TPS rawan dengan indicator ketua dan seluruh anggota KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis, ditemukan di wilayah Kecamatan Pedurungan 4 TPS, Kecamatan Semarang Tengah 2, dan Kecamatan Tembalang 1 TPS.
Sementara itu, Panwas tidak menemukan TPS rawan indikator ketersediaan Logistik belum ada di 16 kecamatan se-Kota Semarang. Hanya saja, Panwas mengidentifikasi ada TPS rawan indikator terdapat praktik mempengaruhi pemilih untuk memilih atau untuk tidak memilih calon tertentu berdasarkan RAS dan golongan di wilayah Kecamatan Gajahmungkur 1 TPS dan Kecamatan Tugu 1 TPS.
“Panwas juga menemukan TPS rawan indikator terdapat praktik menghina/menghasut di antara pemilih terkait isu RAS dan golongan di sekitar wilayah Kecamatan Gajahmungkur 1 TPS dan Kecamatan Tugu 2 TPS,” jelas Nining Susanti Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Panwaskota Semarang.

Lebih lanjut Nining menambahkan bahwa hasil identifikasi TPS rawan selain dipublikasikan di media juga akan disampaikan ke stakeholder terutama KPU Kota Semarang sebagai bentuk saran perbaikan agar dapat diminimalisir potensi pelanggarannya di TPS-TPS yang teridentifikasi rawan.

Harapan kedepannya agar dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah dapat terwujud secara luber jurdil, demokratis serta bermartabat.(red)

LEAVE A REPLY

fourteen − six =