Beranda News Lokal Semangat Melestarikan Budaya Jawa di Istana Parnaraya

Semangat Melestarikan Budaya Jawa di Istana Parnaraya

0
BERBAGI

Sidoharjo,(HW)- Suasana nampak berbeda ketika memasuki Istana Parnaraya di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo Minggu (1/7) pagi.Puluhan anak-anak berdandan mengenakan kostum tari di dalam kawasan bangunan megah tersebut. Mereka adalah peserta acara bertajuk Wonogiri Performing Art 12 Jam Menari yang digelar kerja sama antara pihak Manajemen Istana Parnaraya dengan Lembaga Keterampilan dan Pendidikan (LKP) Lakshita Budaya.

Tak kurang dari 12 sanggar tari di Kabupaten Wonogiri menampilkan 55 jenis tari tradisional dan modern mulai dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam.

Tari Gambyong, Warak Sinten, Terang Wulan, Kerincing, Golek Kembang, Jaranan, Bajidor, Genjring, Sigrak Solahe, Jangkrik Genggong, Batur, Burung Pinsen dan masih banyak lagi tari lain dipentaskan dalam acara tersebut.

Membanjirnya pengunjung Istana Parnaraya hari itu membuat lapangan yang berlokasi di depannya dijadikan parkir mobil dan motor para pengunjung. Ekonomi masyarakat sekitar bergeliat di kawasan tersebut hal tersebut ditandai dengan banyaknya pedagang makanan dan minuman.

General Manager Istana Parnaraya Endang Istriningsih mewakili Suparno Parnaraya mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi paguyuban seni tari yang dipimpin oleh Handoko selaku pimpinan LKP Lakshita Budaya.

“Semoga kita bersama bisa nguri-nguri kebudayaan Jawa dalam hal ini seni tari , ternyata sanggar tari di Kabupaten Wonogiri itu banyak dan mereka bersemangat terhadap acara 12 jam menari ini dan masyarakat bisa mengenal berbagai jenis tari,” katanya.

Ketua panitia kegiatan tersebut yang juga sekaligus sebagai Kepala LKP Lakshita Budaya, Handoko mengatakan ide dari acara tersebut bermula ketika sejumlah sanggar tari di Kabupaten Wonogiri menunjuknya untuk mengadakan acara Wonogiri Performing Art 12 jam menari di Istana Parnaraya.

“Event ini adalah yang kelima, sebelumnya pernah dilakukan di kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur dan Gedung Olah Raga Giri Mandala,” ujarnya.

Dia menjelaskan LKP Lakshita Budaya yang dia pimpin beralamat di Lingkungan Pokoh RT 2/ RW 3 ,Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri.

“Kami mempunyai tiga bidang pengajaran yakni seni tari, seni lukis dan rias manten dan kini mempunyai murid sebanyak 150 anak,” jelasnya.

Dia menceritakan acara tersebut bertujuan untuk lebih mempererat persaudaraan antar sanggar tari di Kabupaten Wonogiri, sekaligus nguri-nguri Budaya Jawa bersama.

Tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada Suparno Parnaraya yang telah memfasilitasi acara budaya tersebut. Menurutnya fasilitas yang ada di tempat tersebut sudah komplit ketika menggelar sebuah acara kebudayaan.

“Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Suparno Parnaraya atas fasilitas tempatnya, dan Insya Allah akan kami jadikan sebagai agenda budaya tahunan bagi Istana Parnaraya,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

2 × five =