Pemkot Bekasi Izinkan Ojol Angkut Penumpang Kembali

Pemerintah Kota Bekasi secara resmi mengizinkan ojek online (ojol) mengangkut penumpang kembali selama masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) Covid-19 mulai Kamis (9/7).
Keputusan itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menghadiri peluncuran pengaktifan layanan ojol di Kota Bekasi. “Semoga apa yang menjadi ketentuan dapat dipatuhi baik dari pengendara maupun para penumpang,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Kamis (9/7).

Layanan mengangkut penumpang di Kota Bekasi sebelumnya hanya diizinkan bagi kendaraan roda empat dalam tiga bulan terakhir selama masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kota Bekasi. Sementara untuk kendaraan roda dua, kala itu hanya dibolehkan untuk membawa barang dan mengantar jasa makanan. Pepen mengatakan hal itu sesuai kebijakan pemerintah pusat untuk meminimalisasi potensi penularan lewat angkutan tersebut.

Namun, kata Pepen, kebijakan itu menuai protes dari sejumlah pengemudi ojol yang disampaikan langsung lewat media sosial. Oleh karena itu, pihaknya beberapa hari lalu telah menggelar audiensi dengan perusahaan layanan angkutan tersebut.

“Untuk meminta pengaktifan kembali dan segera di apresiasi yang pada hari ini langsung di-launching di Mega Bekasi,” katanya. Lewat keputusan tersebut, Pepen meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 antarpenumpang dan pengendara. Ia juga meminta baik kepada penumpang maupun pengendara untuk tetap menggunakan masker, termasuk menggunakan batas antar penumpang dan driver. Sementara itu, bagi pengendara yang tidak mematuhi protokol penerapan kesehatan saat mengangkut penumpang, kata Pepen, hal itu diserahkan kepada pihak layanan atau perusahaan yang bersangkutan.

“Hal ini merupakan aturan dari protokol kesehatan, untuk mengantisipasi tidak adanya penyebaran kembali,” katanya.

Pemkot Bekasi sebelumnya memutuskan untuk memberlakukan adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) atau new normal pada 3 Juli-2 Agustus 2020. Penerapan ATHB, dengan demikian berbeda dengan beberapa kota lain seperti Depok dan Bogor yang lebih dulu telah memperpanjang masa penerapan PSBB proporsional. Keputusan ATHB di Kota Bekasi tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 300/ Kep.396-BPBD/ VII/ 2020 Tentang Adaptasi Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Covid-19 di Kota Bekasi.

“ATHB menyinergikan aspek kesehatan sosial dan ekonomi yang pemberlakuannya mulai tanggal 03 Juli 2020 sampai dengan 2 Agustus 2020,” kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, dalam keterangannya Jumat (3/7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *